Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan berbicara pada anak usia 5 tahun di TK JG di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Informan yang digunakan adalah guru, orang tua, dan anak usia 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seringnya penggunaan gadget, kurangnya komunikasi dengan orang tua, serta mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman sebayanya menyebabkan keterlambatan bicara dalam konteks pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan stimulasi dari lingkungan keluarga maupun sekitar agar kemampuan bicara anak berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan orang tua serta guru dapat disimpulkan Untuk mengatasi hal ini, diperlukan stimulasi melalui kegiatan interaksi langsung seperti berbicara, bercerita, dan mengajak anak bermain untuk meningkatkan komunikasi verbal serta pembatasan penggunaan gadget secara berlebihan, agar anak lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya, dan Faktor kedua adalah ananda X kurang diajak komunikasi dalam lingkungan internalnya seperti keluarga.
Copyrights © 2025