Hipertensi tergolong dalam penyakit menahun dengan sebaran kasus yang luas, yang pada prosesnya memerlukan pengelolaan berkelanjutan, salah satunya melalui Program Rujuk Balik (PRB). Namun, tingkat kepatuhan kunjungan PRB pada pasien hipertensi masih rendah, sehingga berpotensi menghambat pengendalian tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kepatuhan kunjungan PRB bagi penderita hipertensi di Puskesmas Halmahera, Semarang. Melalui metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, sampel sebanyak 84 orang diambil secara purposive. Analisis data mencakup uji statistik Chi-Square dan regresi logistik untuk menguji hubungan antar variabel dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh (61,9%). Variabel yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan adalah tingkat pengetahuan (p=0,014; PR=4,283), kepuasan pasien (p=0,011; PR=3,606), keterjangkauan akses (p=0,025; PR=3,222), dan dukungan keluarga (p=0,021; PR=3,960). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepuasan pasien (p=0,016; Exp(B)=3,433) dan keterjangkauan akses (p=0,035; Exp(B)=3,031) merupakan faktor dominan, dengan kepuasan pasien sebagai faktor paling berpengaruh terhadap kepatuhan kunjungan PRB.
Copyrights © 2026