Ventilasi mekanik merupakan sistem bantuan napas untuk mempertahankan pertukaran gas pada pasien dengan gangguan pernapasan berat, yang memerlukan pengendalian jalan napas buatan secara terstandar dalam keperawatan kritis. Pengelolaan tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT) oleh perawat ICU penting untuk menjaga airway seal, karena tekanan yang tidak optimal dapat menyebabkan kebocoran mikro, aspirasi sekret, dan meningkatkan risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Oleh karena itu, pemantauan tekanan cuff menggunakan manometer perlu dievaluasi efektivitasnya dalam praktik klinik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret dan VAP pada pasien ventilasi mekanik. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan post-test only with control group design. Sampel sebanyak 82 pasien diambil dengan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 41 pasien). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aspirasi sekret dan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05) serta ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap angka kejadian VAP pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05). Manajemen tekanan cuff ETT yang terkontrol secara rutin efektif dalam mencegah aspirasi sekret dan menurunkan risiko VAP.
Copyrights © 2026