Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Penggunaan terapi non-farmakologis semakin berkembang sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan penggunaan obat jangka panjang. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkait efektivitas berbagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja. Metode penelitian menggunakan pedoman PRISMA dengan pencarian sistematis pada basis data jurnal terakreditasi dan pendekatan PICO. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa berbagai intervensi non-farmakologis efektif dalam menurunkan nyeri dismenore. Latihan fisik seperti senam dismenore, abdominal stretching exercise, dan William’s Flexion Exercise (WFE) terbukti meningkatkan relaksasi otot dan sirkulasi darah. Selain itu, terapi kompres hangat dan massage effleurage juga memberikan efek signifikan melalui mekanisme vasodilatasi dan stimulasi endorfin. Secara keseluruhan, intervensi non-farmakologis merupakan pendekatan yang efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai upaya mandiri dalam mengelola nyeri dismenore primer pada remaja.
Copyrights © 2026