Perubahan pola makan dan kebiasaan hidup modern telah menggeser pola kejadian hipertensi dari kelompok lansia ke remaja, akibat peningkatan konsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan gula serta gaya hidup. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya mencakup terapi farmakologis, tetapi juga melibatkan terapi non farmakologis, termasuk terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang tidak memiliki efek samping dan mudah dilakukan oleh siapa saja serta efisien. Terapi relaksasi otot progresif juga memiliki prinsip yaitu kontraksi dan relaksasi otot. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest- posttest with kontrol group design, jumlah sampel adalah 20 orang dibagi menjadi kelompok kontrol (N=10) dan perlakuan (N=10). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan tekanan sistolik pada sampel setalah diukur sistolik (p value = 0.031) dan sedangkan diastoliknya (p value =0.261). Terapi relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah sistolik tetapi tidak berpengaruh pada perubahan tekanan darah diastolik pada remaja dengan hipertensi.
Copyrights © 2026