Weaning ventilator merupakan proses pelepasan ventilasi mekanik secara bertahap hingga pasien mampu mempertahankan pernapasan spontan secara adekuat tanpa bantuan alat selama minimal 48 jam setelah ekstubasi. Proses ini berperan penting dalam menentukan luaran klinis pasien ICU, namun masih menjadi tantangan karena tingginya angka kegagalan, reintubasi, serta komplikasi seperti ventilator-associated pneumonia yang berkaitan dengan kelemahan otot pernapasan. Intervensi seperti Inspiratory Muscle Training (IMT) diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot inspirasi dan mendukung keberhasilan weaning ventilator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IMT terhadap keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pre test–post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 78 pasien ventilasi mekanik yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 39 kelompok intervensi yang diberikan IMT dan 39 kelompok kontrol dengan perawatan standar. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi fisiologis (HR, RR, TD, SpO₂, suhu, dan RSBI), dengan analisis data menggunakan uji t dependen atau Wilcoxon serta t independen atau Mann–Whitney sesuai distribusi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan rerata parameter fisiologis (TD, HR, RR, suhu, SpO₂, dan RSBI) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan IMT. Pada kelompok kontrol juga terjadi perubahan rerata parameter fisiologis, namun tidak signifikan dan tidak sebesar kelompok intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa IMT lebih efektif dalam meningkatkan kondisi fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. IMT disarankan sebagai intervensi pendukung dalam praktik keperawatan ICU untuk meningkatkan parameter fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien kritis.
Copyrights © 2026