Imunisasi BCG memainkan peran penting dalam mencegah tuberkulosis (TB) pada anak. Namun, cakupan imunisasi masih rendah, terutama di Aceh (30,0%) dan Aceh Utara, di mana cakupan desa Universal Child Immunization (UCI) hanya sebesar 26,2%. Rendahnya cakupan ini menunjukkan adanya tantangan yang berkaitan dengan peran ibu dalam pengambilan keputusan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 95 ibu yang memiliki bayi usia 0–11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matang Kuli dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak bersedia memberikan imunisasi BCG (69,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,002), dan hambatan (p=0,003) dengan kesediaan pemberian imunisasi BCG. Responden dengan pengetahuan yang baik, sikap positif, dan hambatan yang lebih sedikit cenderung lebih bersedia mengimunisasi anaknya. Kesimpulannya, pengetahuan, sikap, dan persepsi terhadap hambatan merupakan determinan utama dalam cakupan imunisasi BCG. Intervensi yang berfokus pada edukasi kesehatan, penguatan sikap positif, dan pengurangan hambatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah TB pada anak.
Copyrights © 2026