ABSTRAK Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam menanamkan gaya hidup sehat kepada siswa, sehingga kondisi status gizi dan kebugaran fisik guru menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur dan lama mengajar terhadap status gizi dan kebugaran fisik guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 136 guru PJOK yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), serta tes kebugaran fisik menggunakan Senam SKJ Pelajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur dan lama mengajar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi guru PJOK. Selain itu, umur juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kebugaran fisik, namun lama mengajar menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kebugaran fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup seperti pola makan dan aktivitas fisik kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan guru dibandingkan faktor demografis. Dengan demikian, upaya peningkatan kesehatan guru PJOK perlu difokuskan pada penerapan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik yang teratur dan pola makan yang seimbang. Kata kunci: Kebugaran Fisik, Lama Mengajar, Status Gizi, Umur, Guru PJOK ABSTRACT Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teachers play an important role in promoting healthy lifestyles among students, therefore their nutritional status and physical fitness are important aspects to consider. This study aimed to analyze the influence of age and teaching experience on the nutritional status and physical fitness of PJOK teachers in public elementary schools in Pekanbaru City. The study employed a quantitative approach with an associative research design. The sample consisted of 136 PJOK teachers selected using total sampling technique. Data were collected through questionnaires, measurements of body weight and height to calculate Body Mass Index (BMI), and physical fitness tests using the SKJ Pelajar exercise program. Data analysis was conducted using Chi-Square test and multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that age and teaching experience did not have a significant effect on the nutritional status of PJOK teachers. In addition, age did not significantly influence physical fitness, while teaching experience showed a significant relationship with physical fitness. These findings indicate that lifestyle factors such as diet and physical activity may have a greater influence on teachers' health conditions compared to demographic factors. Therefore, efforts to improve the health of PJOK teachers should focus on promoting healthy lifestyles through regular physical activity and balanced nutrition. Keywords: Age, Nutritional Status, Physical Fitness, PJOK Teachers, Teaching Experience
Copyrights © 2026