Kebutuhan jagung manis di Indonesia terus meningkat, namun sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal sehingga dilakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan campuran media tanam tanah dan limbah tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan rancangan perlakuan faktor tunggal, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu J0 = kontrol, J1 = 1:1, J2 = 2:1, J3 = 3:1, J4 = 4:1 dengan 5 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tandan kosong kelapa sawit sebagai media tanam tanaman jagung manis memberikan dampak yang signifikan pada beberapa parameter pengamatan. Tinggi tanaman pada pengukuran tanaman umur 34 HST dan 48 HST dengan rata-rata tertinggi (44,38 cm dan 99,50 cm), jumlah daun pada pengukuran tanaman umur 34 HST dengan rata-rata tertinggi (8,80 cm), panjang daun pada pengukuran tanaman umur 20 HST dan 34 HST dengan rata-rata tertinggi (29,46 cm dan 59,84), lebar daun pada pengukuran tanaman umur 34 HST dan 48 HST dengan rata-rata tertinggi (5,50 cm dan 9,36 cm) dan panjang tongkol dengan rata-rata tertinggi (17,76 cm). Beragam faktor dapat memengaruhi pertumbuhan jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai media tanam bagi tanaman jagung manis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman.
Copyrights © 2025