Rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) merupakan salah satu jenis hijauan rawa yang memiliki produksi biomassa tinggi dan tersebar luas di lahan basah atau rawa. Rumput ini berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah dan belum digunakan secara maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas, rumput kumpai tembaga dikombinasikan atau disuplementasi dengan bahan pakan tambahan seperti ampas tahu dan bungkil inti sawit (BIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan, konsumsi BK dan KcBK secara in vivo. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (rumput kumpai tembaga 10% dari BB+ampas tahu 1%), P1 (P0+bungkil inti sawit 1% ), P2 (P0+bungkil inti sawit 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas tahu dan bungkil inti sawit pada rumput kumpai tembaga tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi pakan, konsumsi bahan kering (BK), maupun kecernaan bahan kering (KcBK). Penambahan ampas tahu dan BIS dalam pakan basal masih mampu menyediakan protein, energi dan serat yang diperlukan ternak untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan dan aktivitas fisiologisnya. Konsumsi pakan tertinggi pada P2 21,81±1,96 kg/BS dan terendah pada P0 15,76±0,97 kg/BS. Sedangkan Konsumsi BK tertinggi pada P2 8,25±0,80 kg/ekor/hr dan terendah pada P0 5,48±0,36 kg/ekor/hr. KcBK tertinggi pada perlakuan P2 68,78% dan terendah P0 54,54%.
Copyrights © 2025