Kebutuhan gula di Indonesia semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita. Bahan baku yang digunakan untuk penelitian ini adalah singkong jenis putih dan mukibat. Singkong (Manihot esculenta) merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia, yang dikenal dengan kandungan pati cukup tinggi yaitu sebanyak 85% dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan gula cair. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui konsentrasi enzim amilase yang digunakan untuk menghasilkan rendemen glukosa cair paling banyak, 2) mengetahui jenis singkong yang mengandung rendemen glukosa cair paling banyak, dan 3) mengetahui karakteristik fisik glukosa cair yang paling disukai. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 2 faktor yaitu faktor A varietas singkong, faktor B konsentrasi enzim amilase 0,1 ml, 0,4 ml, 0,7 ml, dan 1 ml masing masing diulang sebanyak 2 kali. Pati yang digunakan pada penelitian ini sebesar 40gr/percobaan. Berdasarkan hasil analisa parameter yang diuji, dihasilkan kadar glukosa tertinggi pada jenis singkong putih dengan konsentrasi 1 ml, analisa pati bewarna biru tua, rendemen 75,71%, kadar gula 34 brix%. Penambahan dosis amilase mempercepat proses hidrolisis pati menjadi dekstrin dan oligosakarida, glukosa dan maltosa sehingga selama proses sakarifikasi produk hidrolisis yang berupa gula reduksi bertambah.
Copyrights © 2025