AbstractTourism can accelerate regional economic growth but may produce environmental and sociocultural pressures when destination management is not aligned with sustainability. In Garut Regency, developing tourism while protecting natural assets requires a clear understanding of visitor experiences across all trip stages. This study aims to map key touchpoints in the visitor journey and to identify priority green tourism interventions that can improve visitor satisfactionwhilesupportingenvironmentalpreservation.Aconceptual qualitative case study was conducted by synthesizing scholarly literature, localpolicy documents, and tourism activity reportsto build a journey-based assessment map and an opportunity matrix for green tourism initiatives. The analysis indicates three journey phases (pre- visit, during-visit, post-visit) and highlights recurring pain points, including fragmented information, limited wayfinding and access constraints, inadequate public facilities, and insufficient waste management in tourism sites. Opportunities are concentrated in integrated digital information services, waste segregation and community-based recycling programs, resource-efficiency measures (energy and water), low-carbon mobility options, and continuous environmental education for visitors and local stakeholders. These findings provide a practical framework to align visitor-centric destination management with green tourism development in Garut Regency.AbstrakPariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan lingkungan dan sosial-budaya apabila pengelolaannya tidak selaras dengan prinsip keberlanjutan. Di Kabupaten Garut, pengembangan destinasi yang menjaga aset alam memerlukan pemahaman menyeluruh atas pengalaman pengunjung pada setiap tahap perjalanan. Penelitian ini bertujuan memetakan titik sentuh utama perjalanan pengunjung dan mengidentifikasi prioritas intervensi pariwisata hijau yang berpotensi meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Studi kasus kualitatif-konseptual ini disusun melalui sintesis literatur ilmiah, dokumen kebijakan daerah, dan laporan kegiatan pariwisata untuk membangun peta penilaian berbasis perjalanan serta matriks peluang inisiatif pariwisata hijau. Hasil analisis menunjukkan tiga fase perjalanan (pra-kunjungan, saat kunjungan, pasca-kunjungan) dan mengungkap pain point berulang, seperti informasi yang terfragmentasi, keterbatasan penunjuk arah dan aksesibilitas, fasilitas umum yang belum memadai, serta pengelolaan sampah di Kawasan wisata. Peluang perbaikan terkonsentrasi pada layanan digital terintegrasi, pemilahan sampah dan daur ulang berbasis komunitas, efisiensi sumber daya (energi dan air), opsi mobilitas rendah emisi, serta edukasi lingkungan berkelanjutan bagi wisatawan dan pemangku kepentingan lokal. Temuan ini menyediakan kerangka praktis untuk menyelaraskan pengelolaan destinasi berpusat pada pengunjung dengan pengembangan pariwisata hijau di Kabupaten Garut.
Copyrights © 2026