AbstractThe phenomenon of Bukit Premium, which suddenly went viral by offering trekking tourism activities, indicates a significant potential as a tourist destination but demands a well-planned development strategy to ensure sustainable growth. This study aims to formulate development strategies for Bukit Premium by considering its strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The research method employs the 7P analysis to understand aspects of product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence, as well as PEST analysis to evaluate political, economic, social, and technological factors. Based on SWOT analysis, Bukit Premium achieved an internal score of 1 and an external score of 0.9, positioning it strategically for rapid growth. The destination development employs an integrated approach that encompasses leveraging strategic location advantages, strengthening community-based management, building organizational capacity, and implementing comprehensive governance improvements. This strategy is designed to optimize Bukit Premium's development in a sustainable manner while delivering significant economic, social, and cultural benefits to the surrounding communities. Practically, these findings provide a useful reference for destination managers and local governments in designing adaptive, participatory, and sustainable tourism policies and development programs.AbstrakPenelitian Fenomena Bukit Premium yang menawarkan aktivitas wisata trekking mendadak viral menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata, namun menuntut strategi pengembangan yang terencana agar pertumbuhan dapat berlangsung berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Bukit Premium dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada. Metode penelitian menggunakan analisis 7P untuk memahami aspek produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik, serta analisis PEST untuk mengevaluasi faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Hasil analisis kemudian diintegrasikan ke dalam matriks SWOT untuk menentukan arah strategi yang tepat. Berdasarkan analisis SWOT, Bukit Premium memperoleh skor internal 1 dan eksternal 0,9 yang menempatkannya pada posisi strategis untuk pertumbuhan cepat. Pengembangan destinasi ini menerapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup pemanfaatan keunggulan lokasi strategis, penguatan pengelolaan berbasis komunitas, pembangunan kapasitas organisasi, dan perbaikan tata kelola secara menyeluruh. Strategi ini dirancang untuk mengoptimalkan pengembangan Bukit Premium secara berkelanjutan sambil memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengelola destinasi dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan serta program pengembangan wisata yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026