AbstractTourism plays an important role in economic growth, cultural identity, and community welfare. East Belitung Regency has diverse tourism potential; however, data from 2020–2024 indicate fluctuations in visitor numbers due to the COVID-19 pandemic and management issues related to tourism attractions. This study analyzes tourist perceptions of nine major tourism attractions through Google Maps reviews, utilizing big data to generate regional tourism policy recommendations. Data were collected through SerpAPI scraping for the 2020–2025 period, yielding 1,933 valid reviews analyzed using a lexicon-based sentiment analysis and word cloud visualization in Jupyter Notebook. The results show that neutral sentiment dominates (50.23%), followed by positive (44.07%) and negative (5.7%). Vihara Dewi Kwan Im and Pantai Serdang emerge as leading tourism attractions, while Kampoeng Fifi and the Replika SD Laskar Pelangi are dominated by neutral reviews, indicating the need for attraction innovation. Meanwhile, the Museum Andrea Hirata and Pantai Nyiur Melambai record relatively higher negative reviews related to pricing, facilities, and cleanliness. Word cloud analysis confirms that natural beauty, spiritual value, and cultural icons are the main strengths, while cleanliness and facility management remain key challenges. These findings highlight the importance of online review big data as an early warning system for adaptive and sustainable tourism policy. AbstrakPariwisata berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, identitas budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Belitung Timur memiliki potensi wisata beragam, tetapi data 2020–2024 menunjukkan fluktuasi kunjungan akibat pandemi COVID-19 dan masalah pengelolaan daya tarik wisata. Penelitian ini menganalisis persepsi wisatawan terhadap sembilan daya tarik wisata utama melalui ulasan Google Maps, dengan memanfaatkan big data untuk rekomendasi kebijakan pariwisata daerah. Data diperoleh melalui scraping SerpAPI periode 2020–2025, menghasilkan 1.933 ulasan valid yang dianalisis menggunakan sentiment analysis berbasis kamus dan visualisasi word cloud pada Jupyter Notebook. Hasil menunjukkan sentimen netral mendominasi (50,23%), diikuti positif (44,07%) dan negatif (5,7%). Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Serdang menjadi daya tarik wisata unggulan, sedangkan Kampoeng Fifi dan Replika SD Laskar Pelangi didominasi ulasan netral sehingga memerlukan inovasi atraksi. Museum Andrea Hirata dan Pantai Nyiur Melambai mencatat ulasan negatif lebih tinggi terkait harga, fasilitas, dan kebersihan. Analisis word cloud menegaskan keindahan alam, nilai spiritual, dan ikon budaya sebagai kekuatan utama, sementara kebersihan dan manajemen fasilitas tetap menjadi tantangan. Temuan ini menekankan pentingnya big data ulasan daring sebagai early warning system untuk kebijakan pariwisata adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026