Minyak jelantah memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatannya dapat dimaksimalkan dengan mensintesisnya menjadi monogliserida. Monogliserida diperoleh melalui reaksi gliserolisis, namun reaksi gliserolisis berlangsung pada suhu tinggi. Penggunaan suhu tinggi menimbulkan bau dan warna yang gelap serta mempengaruhi karakteristik monogliserida yang dihasilkan untuk mengatasi hal tersebut dilakukan sintesis monogliserida menggunakan enzim lipase. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi enzim lipase dan suhu reaksi gliserolisis yang tepat untuk mensintesis monogliserida dari minyak jelantah. Perlakuan dari penelitian adalah penambahan enzim lipase sebesar 6%, 9%, dan 12% dengan variasi suhu 60°C, 65°C, 70°C. Berdasarkan penelitian, konsentrasi enzim lipase 12% dan suhu reaksi gliserolisis 30° merupakan perlakuan terbaik untuk mensintesis monogliserida dari minyak jelantah. Penambahan konsentrasi enzim lipase 12% dan suhu reaksi gliserolisis 30° menghasilkan monogliserida dengan karakteristik nilai kadar air 0,64%, angka asam 0,88 mg KOH/g, angka penyabunan 15,73 mg KOH/g, angka iod 2,58 g I2/100g, nilai HLB 18,41 dan kadar monogliserida 12,10%.
Copyrights © 2026