Fenomena beban ganda malnutrisi tetap menjadi tantangan gizi yang serius di Indonesia. Selain kekurangan gizi, tren kelebihan berat badan di kalangan anak sekolah dasar terus meningkat, terutama di daerah pinggiran kota yang sedang berkembang seiring dengan transisi sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendapatan orang tua dan status gizi siswa kelas 5 di SDN Telukjambe II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 31 siswa yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk variabel pendapatan orang tua, serta pengukuran langsung berat dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh untuk Usia (BMI-for-Age). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas orang tua siswa termasuk dalam kategori pendapatan sedang (61,3%) dan tinggi (35,5%). Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (64,5%), tetapi prevalensi kelebihan berat badan juga cukup tinggi, yaitu 12,9% untuk kelebihan berat badan dan 16,1% untuk obesitas. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan positif yang signifikan dan asosiasi yang sangat lemah antara pendapatan orang tua dan status gizi anak (nilai p = 0,348; r = 0,175). Para peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara pendapatan orang tua dan status gizi siswa kelas lima di SDN Telukjambe II; pendapatan orang tua bukanlah penentu utama status gizi anak usia sekolah dasar di daerah penelitian.
Copyrights © 2026