Kawasan wisata religi Banten Lama saat ini menghadapi ancaman degradasi kualitas lanskap yang signifikan. Hal ini terjadi akibat kegagalan koordinasi lintas sektor dalam pengendalian ruang dan kuatnya intrusi aktivitas ekonomi informal pada area inti kawasan. Kondisi ini merupakan masalah sistemik, yang jika dibiarkan akan mengancam keberlanjutan kawasan sebagai cagar budaya dan wisata religi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model kebijakan pengelolaan lanskap berbasis Islamic-Friendly Tourism (IFT) sebagai pendekatan strategis untuk mengakselerasi peningkatan kualitas lanskap wisata menuju standar performa yang optimal dan berkelanjutan. Menggunakan metode Interpretative Structural Modeling (ISM), penelitian ini memetakan hubungan struktural antara 15 elemen kebijakan strategis berdasarkan karakteristik daya dorong (driving power) dan ketergantungannya (dependence). Hasil analisis menunjukkan bahwa internalisasi nilai spiritual dan implementasi sistem sanitasi terstandar merupakan variabel penggerak kunci (driving factors). Kedua elemen ini menjadi fondasi mutlak bagi efektivitas penataan zonasi dan intervensi fisik di level kebijakan yang lebih tinggi. Model hierarki tujuh level yang dihasilkan kemudian ditransformasikan menjadi peta jalan kebijakan empat tahap untuk mengatasi stagnasi tata kelola yang selama ini terjadi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai teologis ke dalam kerangka manajerial fisik merupakan jalur kebijakan paling viable dan berkelanjutan bagi pelestarian kawasan warisan peradaban Islam di Indonesia.
Copyrights © 2026