Literasi keuangan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku ekonomi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang. Dalam konteks pembangunan nasional, literasi keuangan tidak hanya mencakup kemampuan memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga mencakup keterampilan dalam mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, serta mengambil keputusan finansial yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan perubahan pola konsumsi di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menggunakan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan survei nasional terkait indeks literasi keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong sedang, dengan disparitas signifikan antara kelompok perkotaan dan pedesaan, serta antara laki-laki dan perempuan. Rendahnya literasi keuangan berdampak pada perilaku konsumtif, tingginya utang konsumtif, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi produktif. Sebaliknya, masyarakat dengan tingkat literasi keuangan tinggi cenderung memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik, kemampuan menabung yang konsisten, serta kecenderungan untuk berinvestasi dalam sektor formal yang berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
Copyrights © 2024