Perkembangan media sosial memperluas akses informasi lingkungan, namun tidak otomatis mengubah perilaku nyata mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas paparan influencer lingkungan terhadap kesadaran dan perilaku ramah lingkungan mahasiswa di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 26 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat paparan media sosial yang tinggi serta sering terpapar konten influencer lingkungan, yang berdampak pada meningkatnya kesadaran, pemahaman, dan sikap positif terhadap isu lingkungan. Namun, peningkatan tersebut tidak sepenuhnya diikuti oleh konsistensi perilaku, sehingga muncul kesenjangan antara kesadaran dan praktik. Konten yang sederhana dan mudah diterapkan terbukti lebih efektif dibandingkan konten yang kompleks. Dengan demikian, influencer memiliki potensi sebagai agen perubahan, tetapi tanpa strategi komunikasi yang tepat, pengaruhnya cenderung berhenti pada level kesadaran, bukan tindakan nyata.
Copyrights © 2026