Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan kerja pada kamar mesin di kapal MV Lumoso Lancar serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan Chief Engineer, dan dokumentasi saat pelaksanaan praktek laut (PRALA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem keselamatan kerja di kapal telah diterapkan sesuai prosedur internasional seperti ISM Code dan SOLAS, termasuk pelaksanaan toolbox meeting, izin kerja (hot work, cold work, dan enclosed space entry permit), risk assessment, dan pelaporan near miss. Meskipun demikian, ditemukan ketidakpatuhan sebagian kru dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor utama penyebab ketidakpatuhan ini adalah kurangnya disiplin, pengawasan langsung, dan kenyamanan kerja di ruang mesin. Untuk mengatasi hal ini, manajemen kapal telah melakukan evaluasi dengan mengadakan safety meeting luar biasa dan menerapkan sistem reward and punishment. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem keselamatan kerja sudah berjalan baik secara sistemik, namun perlu penguatan budaya keselamatan melalui pendekatan perilaku dan peningkatan kesadaran individu terhadap pentingnya keselamatan kerja
Copyrights © 2026