Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat terganggunya proses metabolisme tubuh. Pentingnya deteksi sejak dini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi berat, namun metode pemeriksaan yang bersifat invasif seperti pengambilan darah sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat deteksi diabetes secara non-invasive dengan menggunakan sampel urine sebagai parameter utama. Deteksi dilakukan secara non-invasive dengan memanfaatkan sensor TCS3200 untuk membaca warna pada urine serta sensor MQ135 untuk mengukur konsentrasi gas ammonia yang digunakan sebagai parameter kadar gula darah. Metode klasifikasi yang digunakan adalah K-Nearest Neighbor untuk menentukan status kesehatan pengguna, serta regresi linier untuk memperkirakan kadar gula darah berdasarkan data sensor. Perangkat ini dirancang agar mudah digunakan oleh pengguna tanpa perlu ke fasilitas medis, dan dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan hasil deteksi secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma K-Nearest Neighbor dengan nilai K = 3 memperoleh akurasi sebesar 96,67%, sementara regresi linier menghasilkan tingkat kesalahan sebesar 6,48% dari 30 data sampel uji.
Copyrights © 2026