Penelitian ini menganalisis pemberdayaan santri dalam mitigasi bencana di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Sumedang, yang berada di kawasan rawan gempa dan longsor. Tujuannya mendeskripsikan peningkatan kapasitas santri, menilai kolaborasi melalui program Indonesia Disaster Adaptive (IDA) Camp, dan mengidentifikasi kontribusi pesantren dalam jejaring mitigasi daerah. Dengan metode Participatory Action Research (PAR) dan kerangka teori pemberdayaan Edi Suharto (mikro, mezzo, makro), hasil penelitian menunjukkan santri memperoleh pemahaman praktis, terlibat dalam Satgas Pesantren Adaptasi Bencana, serta membangun sinergi pentahelix. Transformasi ini menempatkan pesantren sebagai agen perubahan sekaligus simpul ketahanan komunitas yang potensial direplikasi di berbagai daerah.
Copyrights © 2026