Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan proses berpikir kritis siswa introvert dan ekstrovert dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan indikator berpikir kritis menurut Ennis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive melibatkan 28 siswa SMP Negeri 02 Kembaran yang disaring menjadi 4 siswa sebagai sample. Instrumen kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian dengan kategori HOTS, sedangkan kepribadian diukur menggunakan tes angket Eysenck Personality Inventory (EPI) dan didukung wawancara yang diukur berdasarkan indikator Ennis. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa introvert memahami masalah secara mendalam,dan unggul pada indikator elementary clarification, basic support, dan inference. Sebaliknya, siswa ekstrovert lebih fleksibel dalam pemilihan strategi, dan percaya diri dalam memberikan penjelasan lanjutan, sehingga unggul pada indikator advanced clarification dan strategy and tactics, Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa kepribadian memiliki peran signifikan terhadap cara siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan strategi pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan karakter masing-masing untuk memaksimalkan potensi mereka.
Copyrights © 2026