Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menempatkan remaja sebagai kelompok demografi dengan tingkat adopsi internet tertinggi, namun sering kali tidak dibarengi dengan kompetensi literasi digital yang memadai. Di Kabupaten Serang, fenomena tingginya durasi penggunaan gawai untuk game online meningkatkan risiko keterpaparan siswa terhadap kejahatan siber. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis dan kompetensi teknis siswa MTs Al-Khairiyah Pontang dalam menghadapi ancaman digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 27 siswa perwakilan kelas 1 hingga 3 MTs melalui metode partisipatif "Jempol Sakti: Jadi Jagoan Digital". Rangkaian kegiatan meliputi pre-test diagnostik, simulasi kuis interaktif, dan pendalaman materi mengenai 5 pilar literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mendeteksi phishing, memahami permanensi jejak digital, serta menerapkan etika komunikasi daring. Siswa kini mampu mengaplikasikan metode THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) sebagai filter komunikasi dan prinsip "Saring Sebelum Sharing" dalam memverifikasi hoaks maupun deepfake
Copyrights © 2026