Aktivitas pertambangan galian C di Desa Ukirsari, kecamatan Bojonegara, kabupaten Serang, memicu pertentangan besar terhadap keseimbangan ekologi, sosial dan ekonomi. Pengabdian ini bertujuan untuk memitigasi dampak buruk pertambangan melalui Program KKM Tematik Kelompok 63 dengan mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan. Masalah utama meliputi polusi debu yang memicu Infeksi Sakuran Pernafasan (ISPA), resiko kecelakaan transportasi serta degradasi lahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengembangan aset komunikas ( Asset Based Community Development/ ABCD). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam aspek “People” (kesehatan paru dan keselamatan jalan) serta “P;anet” ( Pemulihan hara yanah melalui pupuk organik). Program ini berhasil mengonversi informasi lingkungan menjadi aksi kolektif untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.
Copyrights © 2026