Komunitas nelayan di Weda, Maluku Utara sedang berada di ambang batas kritis. Pertumbuhan industri pertambangan nikel semakin hari menyisihkan ruang yang semakin kecil untuk komunitas nelayan Weda. Lantas ketika industri nikel menguasai pesisir, dimana ruang hidup nelayan berada? Tugas akhir ini menerjemahkan isu yang terjadi pada komunitas nelayan Weda dengan menyediakan suatu wadah untuk komunitas nelayan tetap hidup. Perancangan fishing port dan pasar ikan ini menjadi suatu ruang transisi antara ruang industri nikel dengan ruang komunitas nelayan di Weda. Melalui pendekatan arsitektur liminal, rancangan ini memprioritaskan bangunan sebagai suatu ruang transisi antara kedua konteks tanpa menimbulkan kontras baik secara fungsi bangunan maupun kondisi fisik bangunan.
Copyrights © 2026