Perancangan laboratorium terpadu antara Fakultas Sains dan Matematika (FSM) dan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dibuat sebagai respon terhadap keterbatasan fasilitas praktikum dan kebutuhan integrasi riset multidisipliner. Pendekatan arsitektur hijau diterapkan untuk meningkatkan efisiensi energi, kualitas lingkungan dalam ruang, serta pengelolaan limbah laboratorium secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, dan analisis komparatif. Hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan fasilitas laboratorium yang efektif, efisien, dan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Kata kunci: laboratorium terpadu, arsitektur hijau, efisiensi energi.
Copyrights © 2026