Peningkatan budaya konsumsi kopi di Indonesia telah mendorong kopi berkembang dari sekadar komoditas menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, tingginya konsumsi kopi tidak diiringi dengan pemahaman masyarakat terhadap proses produksi dan pengolahan kopi yang melatarbelakanginya. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara aktivitas konsumsi dan pengetahuan mengenai industri kopi. Oleh karena itu, dirancang Pusat Produksi dan Edukasi Kopi di Kawasan Banaran, Kabupaten Semarang, sebagai fasilitas yang mengintegrasikan fungsi produksi, edukasi, dan konsumsi kopi dalam satu kawasan terpadu. Perancangan menggunakan pendekatan arsitektur interaktif yang menekankan hubungan timbal balik antara ruang, pengguna, dan lingkungan melalui keterhubungan visual, pengalaman sirkulasi, serta keterbukaan proses produksi.
Copyrights © 2026