Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pemulihan yang memadai secara kualitas ruang dan fungsi. Banyak rumah aman saat ini masih bersifat konvensional dan cenderung tertutup, sehingga kurang optimal dalam mendukung proses penyembuhan psikologis penyintas. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah Pusat Rehabilitasi Sosial Wanita Korban Kekerasan Domestik dan Seksual di Bandung sebagai lingkungan yang protektif sekaligus memberdayakan bagi perempuan korban kekerasan domestik dan seksual. Dengan mengintegrasikan prinsip Arsitektur Terapeutik dan Trauma-Informed Design, fokus utama desain ditekankan pada penciptaan ruang yang mampu mereduksi stres dan memberikan rasa aman yang mendalam. Melalui ini, arsitektur diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas, tetapi juga berperan aktif dalam memulihkan martabat dan kemandirian para penyintas trauma. Keyword : Arsitektur Terapeutik, Healing Enviroment, Trauma-Informed Design, Pusat Rehabilitasi.
Copyrights © 2026