Tenaga medis di lingkungan rumah sakit menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan psikologis, termasuk stres kronis dan burnout, akibat beban kerja yang intens serta lingkungan fisik yang seringkali bersifat klinis dan menekan. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan Arsitektur Salutogenik sebagai pendekatan preventif dalam perancangan fasilitas kesehatan yang berfokus pada faktor-faktor pendukung kesehatan (salutogenesis), alih-alih sekadar pencegahan penyakit (pathogenesis). Melalui integrasi elemen desain seperti pencahayaan alami, koneksi biofilik, kontrol akustik, dan penyediaan ruang restorasi khusus bagi staf, lingkungan binaan dapat berfungsi sebagai instrumen aktif dalam menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan mental para profesional medis. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dan analisis preseden desain yang menghubungkan variabel spasial dengan respons psikofisiologis manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang kerja yang dirancang dengan prinsip salutogenik secara signifikan mampu meningkatkan rasa koherensi (sense of coherence) staf, yang pada gilirannya memitigasi risiko burnout dan meningkatkan efikasi kerja. Kesimpulannya, arsitektur rumah sakit modern harus memprioritaskan kebutuhan psikologis tenaga medis sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Psikologi, Arsitektur Salutogenik, Tenaga Medis, Stres, Burnout.
Copyrights © 2026