Kawasan Argorejo (Sunan Kuning) di Kota Semarang memiliki sejarah yang kompleks karena keberadaan makam tokoh penyebar Islam Soe Nan Ing yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kuning, namun selama lebih dari lima dekade kawasan ini juga dikenal sebagai lokalisasi prostitusi hingga ditutup pada tahun 2019. Pasca-penutupan, kawasan mengalami krisis multidimensional berupa degradasi fisik lingkungan, hilangnya mata pencaharian masyarakat, serta stigma sosial yang masih melekat. Perancangan ini bertujuan mentransformasi kawasan melalui pendekatan edu-wisata religi yang mengintegrasikan fungsi spiritual, edukatif, dan ekonomi dalam satu sistem kawasan. Konsep utama meliputi integrasi masjid sebagai pusat kegiatan spiritual, museum sebagai ruang interpretasi sejarah, serta penataan makam ziarah sebagai ruang kontemplatif yang didukung fasilitas pendidikan dan pengembangan home-based enterprise bagi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kawasan diharapkan bertransformasi menjadi lingkungan religius-edukatif yang bermartabat sekaligus menjadi model revitalisasi kawasan eks-lokalisasi berbasis identitas dan pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026