Fenomena penuaan penduduk di Kabupaten Semarang menuntut ketersediaan fasilitas hunian lansia yang memadai. Namun, kondisi di lapangan panti werdha memiliki jumlah yang terbatas dan umumnya terpisah dari kehidupan masyarakat, sehingga memicu segregasi sosial yang menyebabkan kesepian dan depresi bagi lansia. Untuk merespons permasalahan tersebut, diperlukan landasan perencanaan dan perancangan hunian lansia dengan community center menggunakan pendekatan universal design. Pendekatan ini berguna mewujudkan lingkungan yang inklusif. Studi ini menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif melalui studi preseden. Hasilnya adalah rancangan hunian lansia dengan community center yang dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan hidup lansia.
Copyrights © 2026