Usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Sukawargi menghadapi dua masalah: kurangnya inovasiproduk yang bergantung pada potensi lokal dan kurangnya pemanfaatan pemasaran digital, yang membatasiakses ke pasar. Kondisi ini menurunkan nilai jual produk pertanian seperti tomat saat panen. Meningkatkankapasitas dan kemandirian ekonomi pelaku usaha melalui inovasi produk dan literasi digital adalah tujuanpengabdian ini. Pendekatan partisipatif digunakan untuk mengatur workshop yang terdiri dari tiga tahap:persiapan, pelaksanaan, dan pasca-kegiatan. Pelatihan tentang desain kemasan dan pemasaran melalui mediasosial, serta instruksi tentang cara membuat saos tomat yang bernilai jual tinggi, adalah bagian dari solusiyang dilaksanakan. Hasilnya, 80% peserta dapat membuat dan mengelola akun media sosial untuk bisnismereka, dan mereka berhasil membuat produk olahan baru. Pola pikir konvensional telah diubah olehprogram ini menuju wirausaha yang inovatif dan responsif terhadap teknologi. Ini membuka peluang untukmeningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan pasar
Copyrights © 2026