Keberhasilan dari program pelatihan GAP ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana petani memandang dan menilai pelatihan terhadap manfaat, isi serta penerapan materi pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap manfaat dan kemudahan pelatihan penerapan GAP (Good Agricultural Practice) pemangkasan tanaman kakao yang diselenggarakan oleh PT JB Trading Indonesia di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo. Keberhasilan program pelatihan GAP sangat dipengaruhi oleh bagaimana petani memandang dan menilai pelatihan tersebut, baik dari sisi manfaat, isi, maupun kemudahan penerapan materinya. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Populasi berjumlah 30 petani kakao yang tergabung dalam kelompok tani binaan PT JB Trading Indonesia; seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sensus. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor persepsi petani sebesar 118,4, yang termasuk dalam rentang 103–126, sehingga dikategorikan "Baik". Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani menilai pelatihan bermanfaat dan mudah diterapkan. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengembangan program pelatihan GAP yang lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.
Copyrights © 2026