Penggunaan media sosial yang berlebihan di kalangan atlet remaja meningkatkan paparan tekanan sosial yang berpotensi memicu kecemasan dan stres psikologis. Oleh karena itu, strategi koping diperlukan sebagai mekanisme adaptif untuk membantu individu mengelola tekanan tersebut secara efektif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan sosial dan strategi koping pada atlet remaja di era media sosial. Pendekatan korelasional kuantitatif digunakan dengan melibatkan 37 atlet remaja dari Kota Bandung yang aktif berlatih dan menggunakan media sosial. Kuesioner Fear of Missing Out (FoMO) digunakan untuk mengukur tekanan sosial akibat penggunaan media sosial, sedangkan Inventory of Stress and Coping in Sport (ISCCS) mengukur strategi koping atlet. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Pearson dengan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan antara tekanan sosial dan strategi koping dengan koefisien korelasi 0,938 dan signifikansi p < 0,001. Studi ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan sosial yang dialami oleh atlet remaja, semakin besar penggunaan strategi koping mereka sebagai respons adaptif terhadap stres. Oleh karena itu, atlet remaja disarankan untuk mengembangkan strategi penanggulangan adaptif guna mengelola tekanan sosial yang muncul dari penggunaan media sosial secara efektif
Copyrights © 2026