Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraksi volume serat dan variasi perlakuan serat bundung (Scirpus grossus) terhadap kekuatan bending komposit berbasis resin. Variasi fraksi volume serat yang digunakan adalah 20% 30% 40% dengan tiga kondisi perlakuan, yaitu tanpa perlakuan, perendaman NaOH 5% selama 2 jam, serta kombinasi perendaman NaOH 5% selama 2 jam diikuti pemanasan pada suhu 70 °C selama 2 jam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, di mana proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up, yaitu penyusunan lapisan serat ke dalam cetakan dan impregnasi dengan resin secara manual hingga diperoleh spesimen uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat berkontribusi nyata terhadap peningkatan kekuatan bending pada seluruh perlakuan. Komposit dengan serat tanpa perlakuan memiliki kekuatan paling rendah, sedangkan perlakuan NaOH meningkatkan kekuatan secara signifikan melalui proses delignifikasi yang memperbaiki adhesi serat–resin. Perlakuan kombinasi NaOH dan pemanasan menghasilkan kekuatan bending tertinggi, mencapai 98 N/mm² pada fraksi serat 40%, yang disebabkan oleh berkurangnya kadar air, terlepasnya pengotor, serta meningkatnya stabilitas dimensional serat. Dengan demikian, kombinasi perlakuan NaOH dan pemanasan terbukti paling efektif dalam meningkatkan kinerja mekanik komposit berbasis serat bundung.
Copyrights © 2026