Ghriya Harapan Difable di kota Cimahi memiliki area terbuka yang strategis dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang yang produktif dan inklusif. Adanya lahan yang tersedia dan kebutuhan fungsinal komunitas menjadi dasar urgensi dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk merancang area produktif berbasis pendekatan partisipatif dengan menerapkan prinsip material berkelanjutan sebagai solusi arsitektural dan mendukung kemandirian komunitas GHD dalam jangka panjang. Pelaksanaan ini dilakukan melalui empat tahap yakni persiapan, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), perancangan, dan evaluasi validasi desain bersama komunitas sasar. Solusi dirancang dalam dua komponen utama, yaitu taman sebagai ruang sosial dan fasilitas cuci kendaraan sebagai unit usaha mikro yang diintegrasikan dengan desain kawasan bertema budaya sunda dan ramah disabilitas. Selain itu, menggunakan material lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis setempat. Hasil berupa gambar kerja dan model tiga dimensi yang siap untuk diimplementasikan secara langsung. Penerapan material berkelanjutan menghasilkan efisiensi pemeliharaan jangka panjang dan penguatan kesadaran lingkungan pada komunitas GHD. Secara sosial-ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas ruang sosial inklusif dan penguatan kapasitas usaha mikro komunitas GHD dalam kerangka pemberdayaan penyandang disabilitas.
Copyrights © 2026