Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami hipertensi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian hipertensi pada lansia sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pengendalian tekanan darah dengan senam hipertensi dalam bentuk Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Metode yang digunakan adalah praktik keperawatan komunitas dengan melibatkan 10 lansia di Panti Wredha Kasih Ayah Bunda. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap orientasi, kerja, dan terminasi dengan pengukuran pre-test dan post-test tekanan darah serta observasi partisipasi lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 20,8 mmHg dari 140,2 mmHg menjadi 119,4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7 mmHg dari 77,4 mmHg menjadi 70,4 mmHg. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi, antusiasme, dan interaksi sosial antar lansia selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mitra berupa peningkatan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial lansia serta berpotensi dikembangkan sebagai program rutin pengendalian hipertensi.
Copyrights © 2026