Modernisasi mendorong meningkatnya keluarga dual-earner, yaitu kondisi ketika kedua orang tua bekerja sehingga memengaruhi pola pengasuhan anak. Fenomena ini penting dikaji karena berlangsung bersamaan dengan perkembangan Generasi Z di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh keluarga dual-earner terhadap pembentukan karakter Generasi Z serta mengidentifikasi dampak positif dan negatifnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan anak, lalu dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak dualistik. Secara positif, anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, dan adaptif karena didukung stabilitas ekonomi keluarga. Namun, keterbatasan waktu interaksi orang tua juga menimbulkan jarak emosional dan berkurangnya komunikasi bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas interaksi orang tua menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak pada keluarga dual-earner.
Copyrights © 2026