Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah penting dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan rasa ingin tahu, termasuk terhadap perilaku seksual. Kurangnya pengawasan orang tua dapat meningkatkan risiko remaja terlibat dalam perilaku seksual berisiko. Pengawasan yang efektif melalui komunikasi terbuka, pemantauan aktivitas, dan aturan yang jelas dapat menjadi faktor protektif. Remaja yang mendapatkan pengawasan dan komunikasi yang baik cenderung memiliki kontrol diri lebih baik. Mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua dengan perilaku seks pranikah pada remaja berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel tahun 2020–2025 dari Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate menggunakan strategi PRISMA. Artikel yang dianalisis mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan 10 artikel memenuhi kriteria inklusi, dan sebagian besar menemukan hubungan signifikan antara pengawasan orang tua dan perilaku seksual remaja. Remaja dengan pengawasan dan komunikasi yang baik memiliki risiko lebih rendah melakukan perilaku seksual berisiko. Disimpulkan bahwa pengawasan orang tua berperan penting dalam mencegah perilaku seks pranikah pada remaja melalui komunikasi efektif, pemantauan, dan pendidikan kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2026