Talasemia-β terjadi akibat gangguan sintesis beta pada hemoglobin sehingga penderitanya mengalami anemia sepanjang hidup. Kondisi anemia mengharuskan penderita talasemia-β sepanjang hidupnya memerlukan transfusi darah. Namun, transfusi darah berdampak kepada fluktuatifnya kadar tekanan darah dan glukosa darah perifer. Kadar tersebut dapat menjadi penanda risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita talasemia-β. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan glukosa darah perifer dan tekanan darah arteri rata-rata pada penderita talasemia-β sebelum transfusi. Desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 35 subjek yang direkrut menggunakan metode purposive sampling pada rentang waktu Maret-April 2025. Nilai glukosa darah perifer penderita talasemia-β didapatkan rerata 139,17±25,905 mg/dL dengan nilai minimum 100 mg/dL dan maksimum 205 mg/dL, diikuti nilai MAP dengan rerata 86,809±8,729 mmHg dengan nilai terendah atau minimum 70,67 mmHg dan nilai tertinggi atau maksimum 111,33 mmHg. Terdapat hubungan antara glukosa darah perifer dengan Mean Arterial Pressure (MAP) p=0,016 (<0,05) dan keeratan hubungannya adalah sedang (R=0,403). Terdapat hubungan antara nilai gula darah perifer dengan Mean Arterial Pressure pre-transfusi pada pasien talasemia-β mayor.
Copyrights © 2026