Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa. Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi transaksi sehingga menjadi metode pembayaran yang semakin dominan digunakan mahasiswa. Namun, kemudahan tersebut juga berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif akibat berkurangnya hambatan psikologis dalam melakukan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan mahasiswa pengguna QRIS melalui praktik Kakeibo dengan menggunakan perspektif Nudge Theory. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, laporan Bank Indonesia, publikasi Otoritas Jasa Keuangan, serta literatur mengenai Kakeibo, literasi keuangan, dan perilaku keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS meningkatkan efisiensi transaksi namun juga meningkatkan risiko impulse buying dan pengeluaran tidak terencana. Praktik Kakeibo berfungsi sebagai instrumen refleksi keuangan yang membantu mahasiswa mencatat, mengelompokkan, dan mengevaluasi pengeluaran secara sistematis. Dalam perspektif Nudge Theory, Kakeibo menjadi bentuk intervensi perilaku yang mendorong pengambilan keputusan finansial yang lebih rasional tanpa mengurangi kebebasan individu dalam bertransaksi. Integrasi QRIS dan Kakeibo berpotensi meningkatkan literasi keuangan digital, memperkuat disiplin keuangan, dan mendorong perilaku keuangan berkelanjutan di kalangan siswa. Kata Kunci: QRIS; kakeibo; nudge theory; literasi keuangan; mahasiswa.
Copyrights © 2026