Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemukan di lingkungan padat seperti pesantren. Deteksi dini penting untuk mencegah penularan, namun pemeriksaan baku berupa kerokan kulit memerlukan alat dan tenaga terlatih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Formulir DeSkab sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan oleh tenaga nonmedis. Penelitian potong lintang dilakukan pada 69 santri dengan keluhan gatal di lokasi khas skabies. Hasil Formulir DeSkab dibandingkan dengan pemeriksaan komposit kerokan kulit. Analisis diagnostik menunjukkan sensitivitas 85,4%, spesifisitas 52,4%, nilai prediksi positif 80,4%, nilai prediksi negatif 61,1%, dan akurasi 75,4%. Formulir DeSkab terbukti memiliki kemampuan deteksi yang baik dan konsistensi hasil yang signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai alat skrining awal skabies di pesantren.
Copyrights © 2026