Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan komunal, termasuk pondok pesantren. Pengetahuan dan perilaku higienitas santri berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian skabies, namun data deskriptif mengenai kondisi tersebut masih terbatas, khususnya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku higienitas santri pondok pesantren penderita skabies di Kota Tebing Tinggi. Penelitian deskriptif potong lintang ini melibatkan 51 santri yang terdiagnosis skabies. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan tentang skabies dan perilaku higienitas terkait risiko penularan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam frekuensi serta persentase. Sebagian besar santri (64,7%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik mengenai skabies, namun perilaku higienitas berisiko masih ditemukan, antara lain berbagi alat shalat dan pakaian (27,5%), berbagi handuk (31,4%), dan tidur berhimpitan (43,1%). Pengetahuan dan perilaku higienitas santri penderita skabies masih perlu ditingkatkan. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan program edukasi kesehatan dan intervensi promotif–preventif di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026