Penelitian ini menganalisis hubungan antara pola tata guna lahan dengan kondisi mikroklimat (suhu dan kelembaban) di Kota Kendari menggunakan sistem monitoring berbasis mikrokontroler. Di tengah pesatnya urbanisasi dan perubahan iklim, studi ini mengintegrasikan pendekatan Cyber-Physical Systems (CPS) dan urban ecology untuk menghasilkan data yang akurat dan kontekstual. Data suhu dan kelembaban udara dikumpulkan secara real-time menggunakan sensor hygrometer SHT31-D yang terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino Nano. Pengukuran dilakukan di enam jenis tutupan lahan berbeda selama empat hari pada Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan variasi mikroklimat yang signifikan antar tipe lahan. Lahan terbangun memiliki suhu rata-rata tertinggi (35,37°C) dan kelembaban terendah (56,94), menegaskan fenomena Urban Heat Island (UHI). Sebaliknya, badan air mencatat suhu terendah (31,66°C) dan kelembaban tertinggi (69,41), menunjukkan perannya sebagai penyeimbang termal. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan secara statistik untuk suhu (F = 21,45; p-value = 2,52 × 10⁻⁸) dan kelembaban (F = 25,78; p-value = 1,45 × 10⁻⁹), menegaskan bahwa jenis tutupan lahan berpengaruh besar terhadap kondisi mikroklimat. Temuan ini memperkuat urgensi perencanaan tata ruang berbasis data yang adaptif terhadap iklim dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026