Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian di Indonesia yang diduga kuat dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, khususnya kemiskinan, perkawinan dini, dan pendidikan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase penduduk miskin, perempuan yang menikah dan melahirkan sebelum usia 20 tahun, serta angka harapan lama sekolah perempuan terhadap jumlah perceraian di 34 provinsi Indonesia selama 2022 sampai 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Populasi penelitian mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia, sedangkan sampel diambil dengan teknik sensus sehingga diperoleh 102 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Instrumen penelitian berupa dokumen data panel, sedangkan teknik analisis data meliputi uji multikolinearitas, pemilihan model terbaik melalui Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, serta estimasi Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan, perkawinan dan kelahiran sebelum usia 20 tahun berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan angka harapan lama sekolah perempuan berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap jumlah perceraian. Kesimpulannya, dinamika perceraian di Indonesia lebih kuat dipengaruhi oleh tekanan ekonomi dan ketidaksiapan usia perkawinan.
Copyrights © 2026