Pendidikan merupakan fondasi utama pembentukan karakter, namun fenomena bullying di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih menjadi tantangan serius yang berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif siswa dan guru mengenai bahaya bullying serta memberikan pemahaman tentang cara pencegahan dan penanganannya melalui kegiatan sosialisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah sosialisasi langsung yang melibatkan edukasi interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab kepada 32 siswa kelas 5 dan 6 di SDN 12/I Terusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 Januari 2026 dengan pendekatan pembelajaran sosial-emosional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying). Sebelum sosialisasi, siswa cenderung hanya memahami bullying dalam bentuk fisik, namun setelah kegiatan, mereka mampu mengenali bentuk verbal dan dampak psikologisnya. Respon positif dari siswa dan guru menunjukkan bahwa sosialisasi yang terstruktur dengan media yang menarik (PPT dan ice breaking) efektif dalam memberdayakan siswa sebagai agen perubahan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Copyrights © 2026