Transformasi pertanian menunjukan dinamika yang berbeda antara masyarakat matrilineal dan eks-transmigrasi patrilineal di Kabupaten Dharmasraya. Penjelasan mengenai bagaimana elit lokal dalam menjalankan perannya dalam konteks dua sistem budaya yang berbeda belum memadai. Keterbatasan kajian ini menimbulkan kesenjangan pengetahun tentang hubungan antara kepemimpinan lokal, struktur sosial dan transformasi pertanian di pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran elit lokal dalam transformasi pertanian pada masyarakat matrilineal dan eks-transmigrasi patrilineal di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat Dinas Pertanian, elit lokal, penyuluh pertanian lapangan, ketua kelompok tani dan petani. Analisa data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran elit lokal dalam transformasi pertanian pada dua komunitas memiliki karakteristik yang berbeda. Pada masyarakat matrilineal, transformasi pertanian didominasi oleh aktor eksternal yakni penyuluh pertanian lapangan, sementara keberadaan elit lokal lebih pada fungsi mediator administratif. Sebaliknya pada eks-transmigrasi patrilineal, elit lokal memiliki posisi yang dominan sebagai pengarah, mediator, pengontrol dan agen perubahan dalam transformasi pertanian. Dapat disimpulkan bahwa percepatan transformasi pertanian, peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan perubahan orientasi pertanian dari subsisten menuju komersial sangat dipengaruhi oleh keaktifan keterlibatan elit lokal.
Copyrights © 2026