Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dilaksanakan sebagai respons atas permasalahan lingkungan berupa rendahnya daya serap tanah terhadap air hujan, tingginya limpasan permukaan, serta belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga. Permasalahan ini menjadi penting untuk ditangani karena karakter desa yang agraris sangat bergantung pada kualitas tanah dan ketersediaan air dalam menunjang produktivitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa adanya upaya konservasi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan, menurunnya kesuburan tanah, dan meningkatnya volume sampah organik. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi kegiatan sosialisasi tentang pentingnya konservasi tanah dan pengelolaan sampah organik, pelatihan teknis pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), serta implementasi langsung LRB di pekarangan rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Kegiatan ini melibatkan masyarakat secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan, terbentuknya lubang biopori di sejumlah titik strategis desa, serta pemanfaatan kompos hasil penguraian sampah organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Program ini menegaskan bahwa penerapan teknologi sederhana berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026