Mual dan muntah pada ibu hamil (emesis gravidarum) merupakan keluhan umum pada trimester pertama yang dapat menurunkan kualitas hidup dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Terapi farmakologis sering menimbulkan kekhawatiran terkait efek samping bagi janin, sehingga pengobatan komplementer seperti aromaterapi menjadi alternatif yang banyak diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti ilmiah mengenai efektivitas aromaterapi minyak peppermint (Mentha piperita) dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode yang digunakan Adalah literature review dengan penelusuran artikel menggunakan kata kunci terkait di Google Scholar. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu membahas penggunaan aromaterapi peppermint pada ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah, dipublikasikan dalam 10 tahum terakhir, dan tersedia dalam teks lengkap. Analisis dilakukan secara deskriptif dan disintesis naratif. Hasil kajian menujukkan aromaterapi peppermint, terutama melalui inhalasi, efektif menurunkan frekuensi dan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dengan signifikasi statistic tinggi (p-value < 0,05). Efektivitas ini disebabkan kandungan menthol yang bekerja secara lokal sebagai antipasmodik dan karminatif serta secara sentral melalui stimulasi system limbik yang menenangkan pusat muntah. Intervensi ini juga terbukti aman, mudah diterapkan, dan dapat menjadi terapi pendamping nonfarmakologis dalam praktik kebidanan berbasis bukti. Aromaterapi peppermint direkomendasikan sebagai alternatif atau pendukung terapi emesis gravidarum untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup ibu hamil.
Copyrights © 2026